Sharing Santai

Bipolar Adalah: Berikut Penjelasan dan Cara Mendiagnosisnya

bipolar-adalah-pengertian-dan-cara-mendiagnosisnya
Sumber: Freepik

Seperti yang sudah kita ketahui, tidak hanya kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan mental merupakan suatu bagian penting yang harus kita jaga sebagai manusia. Tentunya, dalam kesehatan mental itu sendiri ada banyak sekali jenis gejalanya seperti bipolar ini. Mungkin beberapa dari kamu kebingungan dan mempertanyakan “bipolar adalah” dan lain sebagainya.

Sebenarnya, beberapa dari gejala kesehatan mental ini tidak dapat dilihat oleh kasat mata. Namun, umumnya penderita kesehatan mental ini dapat kita lihat dari perlakuan mereka. Meskipun demikian, tentunya ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena gejala penyakit mental ini salah satunya traumatis dan pengalaman buruk.

Seperti yang sudah kita ketahui, kesehatan juga dapat kita definisikan sebagai suatu keadaan sehat baik itu secara fisik, mental, sosial, dan spiritual. Terlepas dari itu, pada pembahasan kali ini, kami akan membagikan topik yang berbeda dari biasanya yaitu mengenai gejala bipolar. Penasaran? Yuk!simak. 

Bipolar Adalah?

Meskipun terdengar bukan suatu gejala yang asing, tetapi mungkin beberapa dari kalian masih belum mengetahui apa yang dimaksud dengan bipolar itu sendiri. Perlu kamu ketahui, bipolar adalah suatu keadaan yang menyerang kondisi psikis seseorang yang umumnya ditandai dengan perubahan suasana hati secara ekstrem baik itu perasaan senang atau sedih.

Sebenarnya, dalam dunia medis itu sendiri bipolar ini asalnya memiliki istilah depresif maniak. Namun, sekarang ini kita mengenalnya dengan istilah bipolar. Jadi, singkatnya penderita bipolar akan secara tiba-tiba mengalami perubahan suasana hati secara berlawanan atau antara dua kutub. 

Penyebab Bipolar Adalah?

Secara singkat umumnya penyebab bipolar adalah ketidak seimbangann zat kimia pada otak. Beberapa zat kimia tersebut salah satunya seperti neurotransmitter yang membantu membawa pesan ke jaringan-jaringan otak. Selain karena ketidak seimbangan zat kimia pada otak, menurut beberapa sumber lain tentunya ada banyak faktor yang memungkinkan seseorang terkena gejala bipolar ini. Beberapa faktor lain tersebut seperti mengalami stres tingkat tinggi, pengalaman trauma, kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang, memiliki riwayat keluarga yang mengidap gangguan bipolar.

Baca juga: Anxiety Adalah? Berikut Pengertian, Penyebab dan Gejalanya

Jenis-Jenis Gangguan Bipolar

Sebelum mengenal jenis-jenis gangguan bipolar ini, perlu kamu ketahui bipolar itu sendiri merupakan suatu gejala yang dapat terjadi seumur hidup. Meskipun seorang bipolar telah mendapatkan penanganan dari orang sudah berpengalaman dalam bidang ini. Tetapi, tidak sedikit dari penderita yang sudah mendapatkan penangan tersebut tetap memiliki gangguan ini.

Sebenarnya, bipolar ini terbagi menjadi 3 episode menurut mood. Episode pertama disebut juga sebagai episode manua yang mana suasana hati penderita akan sangat gembira dan energik secara ekstrem. Selain itu, ada episode kedua yang mana seorang penderitanya akan mengalami depresif yang mengacu pada perasaan sangat sedih dan putus asa. 

Episode terakhir yaitu episode 3, dalam episode ini bisa dikenal juga dengan episode hipomania. Nah, berdasarkan 3 episode tersebut, tentunya bipolar ini memiliki beberapa jenis. Berikut penjelasannya:

Bipolar I

Jenis pertama yang perlu kamu ketahui yaitu bipolar I atau bipolar 1. Seseorang yang mengidap gejala bipolar I ini akan mengalami perubahan suasana hati secara ekstrem. Umumnya perubahan tersebut diawali dengan 2 minggu episode depresif dan diikuti dengan 1 minggu episode mania. Namu, jangka waktunya tersebut tidak menentu, bisa saja terjadi lebih lama dari itu. Terlebih jika penderitanya tidak melakukan penangan dari orang khusus.

Bipolar II

Selain bipolar I, ada juga jenis lainnya yaitu disebut dengan istilah bipolar II atau bipolar 2. Perlu kamu ketahui, dalam jenis ini seorang penderitanya tetap akan mengalami perubahan suasana hati tersebut. 

Baca juga: Toxic Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri dan 4 Tips Menanggapi

Namun, dalam bipolar II ini penderitanya tidak akan merasakan perubahan hati yang sama dengan jenis bipolar I. Umumnya, jenis bipolar II terjadi diawali dengan 2 minggu episode depresif dan 4 hari episode hipomania. Dengan gejalanya yang seperti itu, maka cenderung jenis bipolar II ini sulit untuk dikenal. 

Gangguan Siklotimia

Berbeda dengan beberapa jenis bipolar sebelumnya, jika pada jenis bipolar sebelumnya pengidapnya cenderung mengalami masalah bipolar ini dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun, pada gangguan siklotimia ini berbeda, umumnya para penderita gangguan siklotimia ini mengalami rentan waktu yang lebih singkat. Menurut beberapa sumber, jenis bipolar yang satu ini biasanya lebih rentan menyerang wanita daripada pria. 

Mixed Features

Jenis bipolar selanjutnya yaitu mixed features. Perlu kamu ketahui, dalam jenis bipolar yang satu ini seorang pengidapnya akan mengalami perubahan episode mania, depresif, dan hipomania secara bersamaan. Biasanya ketika seseorang penderita mengalami jenis bipolar yang satu ini kita dapat mengenalinya. Pasalnya, pada bipolar jenis ini pengidapnya akan memiliki energi berlebihan, kesulitan tidur, perasaan putus asa, dan pemikiran untuk bunuh diri. 

Rapid Cycle (Siklus Rapid)

Jenis gejala bipolar terakhir yaitu rapid cycle atau siklus rapid. Gejala yang akan terjadi pada seseorang yang memiliki bipolar jenis yaitu mereka akan mengalami empat episode atau lebih pada suasana hati mereka. Selain itu, para penderitanya juga akan mengalami perubahan suatu hati tersebut dalam jangka waktu yang lumayan lama yaitu sekitar 12 bulan. 

Bagaimana Cara Mendiagnosis Gangguan Bipolar?

Sebenarnya, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis apakah orang tersebut mengalami gejala bipolar atau tidak. Namun, pastinya kamu perlu mengunjungi orang khusus dalam bidang ini agar benar-benar mendapatkan hasil yang maksimal. 

Adapun beberapa cara yang umumnya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis gangguan bipolar seperti berikut ini: 

Anamnesis

Menurut beberapa sumber, salah satu cara yang umumnya sering dilakukan untuk mendiagnosis seseorang terkena gangguan bipolar atau tidak yaitu dengan dilakukannya anamnesis ini. Perlu kamu ketahui, anamnesis itu sendiri merupakan suatu kegiatan wawancara antara pasien dengan dokter. Namun, khusus dalam mendiagnosis gangguan bipolar ini seorang dokter harus benar-benar teliti. 

Diagnosis Banding

Selain dengan melakukan wawancara atau anamnesis, untuk mendiagnosis seseorang terkena gangguan bipolar atau tidak yaitu dengan diagnosis banding. Untuk diagnosis banding pada gangguan bipolar adalah dengan depresi unipolar. Selain itu, untuk gangguan bipolar dengan gejala psikotik, maka harus dilakukan diagnosis banding dengan gangguan skizoafektif. \

Baca juga: Wajib Diketahui! FWB Adalah Jenis Hubungan Yang Beresiko

Melalui Pemeriksaan Laboratorium

Selain dengan beberapa cara sebelumnya, mendiagnosis gejala bipolar ini dapat dilakukan juga melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut antara lain melalui pemeriksaan thyroid stimulating hormon, toksikologi urin dan darah, hitung darah lengkap, kimia darah dan lain sebagainya. Namun, dalam pemeriksaan laboratorium ini sebenarnya tidak ada pemeriksaan yang spesifik untuk mendiagnosis gangguan bipolar tersebut. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button