Bisnis

Usaha Tak Ada Matinya, Begini Cara Bisnis Grosir Rokok Untuk Pemula

Bisnis grosir rokok merupakan salah satu peluang usaha yang menawarkan keuntungan besar dan masa depan lebih cemerlang. Sampai saat ini, rokok memang masih menjadi polemik tersendiri di masyarakat dan negara.

Dari segi kesehatan, rokok dan alkohol memiliki tempat yang sama, yakni sama-sama merugikan. Namun rokok mendapat perlakuan yang sedikit berbeda, yakni tidak ada larangan distribusi secara resmi, hanya pembatasan publisitasnya saja.

Peluang Bisnis Grosir Rokok

bisnis grosir rokok
bisnis grosir rokok

Alih-alih hanya menjual rokok sebagai pengecer, tidak ada salahnya untuk menjajal peruntungan dengan membuka grosiran, bukan? Berikut ini beberapa alasan, mengapa grosir rokok memiliki peluang yang bagus:

1. Pengguna Banyak

Rokok merupakan salah satu produk yang mempunyai pengguna banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya orang tua saja yang mendominasi, tetapi juga sudah merambah ke anak-anak muda.
Saat ini, rokok seperti sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang dewasa. Menariknya, mereka juga seolah tak terpengaruh dengan kata-kata dan gambar peringatan yang tertera di setiap kemasan.

2. Bersifat Konsumtif

Bisa dikatakan, saat ini rokok menempati posisi yang hampir setara dengan beras, minyak, listrik, dan lain-lain. Artinya, produk ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi para penggunanya.
Pernah mendengar seseorang berkata, “Lebih baik tidak makan, asalkan tetap bisa minum kopi dan merokok”? Pernyataan seperti ini memang terdengar klise dan tidak masuk akal, tetapi benar adanya.

3. Repeat Order Tinggi

Selayaknya suatu kebutuhan, maka pengguna akan kembali membeli rokok ketika tidak mempunyai stok atau habis. Begitu mendapatkan pembeli, besar kemungkinan mereka akan menjadi pelanggan tetap.

Baca juga:  Ini Rincian Kalkulasi Ternak Entok 100 Ekor, Bagi Pemula!

4. Pendapatan Stabil

Pelanggan bagi para pelaku bisnis grosir rokok merupakan aset penting untuk mencapai target, omzet, maupun keuntungan. Dengan kata lain, semakin banyak pelanggan yang grosiran miliki, maka semakin besar pula pendapatannya.

Hebatnya, para pengguna produk ini sudah seperti kecanduan yang tidak akan protes atau mogok, ketika harga rokok beberapa kali naik. Mereka cenderung tetap stay in cool dan tetap membeli rokok, berapapun harganya.

5. Banyak Pilihan

Seperti yang diketahui bersama, bahwa saat ini ada banyak sekali merek rokok yang berterbaran di pasar Indonesia. Hal tersebut yang menjadi alasan, mengapa bisnis grosir rokok bisa mendatangkan keuntungan besar.

Baca juga : bisnis sewa paling laris

Pengertian Grosir Rokok

Bagaimana, tertarik untuk mulai bisnis grosir rokok? Lantas, apa perbedaan antara grosir dengan distributor? Sebelum membahasnya lebih jauh, mari mengenal makna dari istilah grosir itu sendiri.

Secara sederhana, grosir adalah seseorang yang membeli dan menyetok produk dengan tujuan untuk menyuplai warung-warung kecil. Jika melihatnya secara urutan, grosir ini tepat berada di bawah distributor atau perwakilan industri di setiap daerah.

Distributor bertugas untuk menyuplai rokok ke grosiran, baru nantinya dari grosir ini dipasarkan ke warung-warung kecil. Bedanya, distributor terdaftar secara resmi sebagai partner kerja di database pusat, sementara grosiran tidak.
Namun justru di sinilah letak keuntungannya, karena grosiran bisa membangun relasi dengan pihak manapun. Dengan begitu, rokok yang grosiran sediakan memang lebih lengkap daripada distributor.

Keuntungan Bisnis Grosir Rokok

keuntungan bisnis grosir rokok
keuntungan bisnis grosir rokok

Berdasarkan sedikit penjabaran di atas, maka bisa diketahui bahwa bisnis grosir rokok menawarkan banyak keuntungan. Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini beberapa di antaranya:

1. Harga Murah

Berada di bawah distributor langsung membuat grosiran memperoleh harga yang lebih murah daripada sales motoris atau freelance. Tentu saja, hal tersebut akan memengaruhi omzet atau keuntungan pihak grosir.

Baca juga:  5 Cara Yang Efektif Ternak Ikan Nila Agar Cepat Besar

2. Program dari Distributor

Distributor memang satu-satunya yang menjadi wakil industri di setiap daerah, tetapi mereka mendapatkan target penjualan. Untuk mengejar omzet tersebut, distributor mengadakan program khusus bagi para grosiran.

Misalnya, setiap mencapai target penjualan 10 ball per bulan akan mendapatkan voucher pembelanjaan berikutnya sebesar 10%. Bayangkan, jika 10 ball tersebut harganya 2 juta rupiah, maka diskon harga yang akan didapatkan adalah 200 ribu.

3. Jatah Harga Lama

Dalam dunia bisnis grosir rokok, kenaikan harga juga bukan sesuatu yang asing dan bisa terjadi kapan saja. Tidak perlu cemas, karena grosiran akan menjadi pihak yang pertama kali mengetahui tentang informasi tersebut.

Selain itu, distributor juga akan memberikan jatah pembelanjaan satu kali dengan harga lama. Tujuannya untuk menutupi kerugian pihak grosiran dan memberikannya kesempatan menyesuaikan harga.

4. Support Konsumen

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya tugas utama distributor adalah menyuplai rokok ke grosiran. Pada praktiknya, tidak jarang mereka juga menjangkau warung-warung pengecer menggunakan sales motoris.

Tugas sales motoris ini adalah menjangkau wilayah di mana mobil tidak bisa melewati jalanannya. Dalam beberapa kesempatan, langganan dari sales motoris ini diberikan kepada pemilik grosiran untuk mengejar target.

5. Metode Pembayaran

Distributor menyediakan beberapa metode pembayaran untuk para grosiran yang mengambil rokok kepada mereka. Selain sistem tunai atau bayar begitu barang datang, ada juga metode tempo.

Pada sistem tempo, pembayaran untuk rokok yang datang hari ini dilakukan pada kunjungan atau pengiriman berikutnya. Tergantung pada kebijakan, karena masing-masing distributor mempunyai aturan yang berbeda.

6. Hasil Sampingan

Sampingan bisnis grosir rokok di sini maksudnya adalah pendapatan yang grosiran peroleh selain keuntungan dari menjual rokok, misalnya penjualan kardus. Harga setiap kardus ini berbeda-beda, mulai dari 2000 sampai 10 ribu rupiah per karton.

Baca juga:  Angkringan Modern Minimalis. Berikut 6 Konsep Terbaiknya

Cara Memulai Bisnis Grosir Rokok

Untuk memperoleh semua keuntungan di atas, tentunya butuh persiapan dan strategi khusus. Tak jauh berbeda dengan grosiran yang lain, berikut adalah cara untuk mulai bisnis rokok:

1. Siapkan Modal

Jika ingin menjadi grosir rokok, tidak berlaku aturan modal kecil dengan untung besar. Sebab, keuntungan menjadi grosir rokok memang terbilang cukup kecil, sekitar 500 hingga 2000 rupiah per slop.
Di sinilah pentingnya untuk menyediakan modal yang besar, karena grosir juga bisa kulakan dalam jumlah banyak. Ini artinya, semakin besar modal yang disiapkan, maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak.

2. Ambil dari Distributor Resmi

Usahakan untuk belanja rokok dari distributor resminya secara langsung, jangan sales motoris maupun freelance. Sebab harga antara distributor, sales motoris, dan freelance berbeda-beda, tentu lebih murah dari pusatnya.

Selain harga jauh lebih murah, grosiran juga bisa mendapatkan beragam benefit yang tertera di atas. Kondisi ini tentu sangat menguntungkan, karena bisa mengurangi modal atau bahkan menambah pemasukan.

3. Sediakan Produk Variatif

Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan para pelanggan adalah kelengkapan produk pada satu toko. Pasalnya jika di toko tersebut sudah lengkap, mereka tidak perlu mencari tempat lain lagi.

4. Harga Bersaing

Jangan pernah bermain harga hanya untuk menarik perhatian pembeli, karena hal ini justru akan menjadi boomerang. Margin yang terlalu kecil hanya akan memicu kerugian, karena tidak meng-cover biaya-biaya lain.
Sementara kenaikan harga di saat pelanggan sudah terbiasa memperoleh harga murah, hanya akan membuat mereka kecewa. Ujung-ujungnya pelanggan akan protes dan berpindah ke tempat lain.

5. Siapkan Jasa Delivery

Apabila kondisinya memungkinkan, cobalah untuk memberikan jasa layanan antar atau delivery. Layanan ini terbukti mampu menarik perhatian pelanggan, apalagi saat mereka sedang tidak bisa belanja ke luar rumah.

Satu hal lagi, apapun usahanya selalu imbangi dengan tata kelola keuangan yang baik. Meski keuntungan tampak kecil, bukti di lapangan menunjukkan bahwa bisnis grosir rokok bisa mendatangkan banyak cuan. Kuncinya satu, yakni action! Salam sukses dari blog prayoga.id

Sigit Prayoga

Praktisi trading forex, crypto dan juga saham. Selain itu juga suka berbagi informasi mengenai bisnis online. Semoga dengan adanya blog prayoga.id ini bisa menjadi wadah saya untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat. Salam sukses buat semuanya, Amin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button