Pendidikan

Teks Eksplanasi Adalah: Pengertian, Ciri dan Contohnya

teks-eksplanasi-adalah
Sumber: Freepik

Seperti yang sudah kita ketahui, bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa utama yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Meskipun kita merasa bahwa dalam bahasa Indonesia semua percakapan dan lainnya sama saja. Namun, faktanya jika mencari lebih dalam mengenai bahasa Indonesia tersebut akan ada banyak sekali hal perlu kamu ketahui salah satunya teks eksplanasi ini. Mungkin kamu bertanya-tanya “teks eksplanasi adalah”.

Mungkin beberapa dari kita sering menggunakan teks eksplanasi ini secara tidak sadar. Perlu kamu ketahui, teks eksplanasi itu sendiri biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu proses dalam segala hal secara detail. Hal tersebut tidak lepas dari adanya peristiwa alam maupun sosial yang terjadi pada lingkungan. 

Terlepas dari itu, bagi kamu yang penasaran dengan teks eksplanasi secara mendalam kamu berada pada pembahasan yang tepat. Pasalnya, pada kesempatan kali ini topik yang akan kami bawakan yaitu mengenai teks eksplanasi secara mendalam. Untuk itu, pastikan kamu mengikuti pembahasan ini. 

Teks Eksplanasi Adalah?

Meskipun bahasa Indonesia sering kita gunakan sehari-hari, namun pemahaman secara mendalam beberapa dari kita tidak mengetahuinya. Secara singkat, teks eksplanasi adalah teks yang memiliki kandungan berupa mengapa dan bagaimana terhadap suatu kejadian. Perlu kamu ketahui, teks ini juga membantu menjelaskan secara detail mengenai kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Beberapa kejadian tersebut, tentunya memiliki sebab dan akibat.

Tujuan Teks Eksplanasi Adalah?

Selain mempertanyakan pengertian dari teks eksplanasi, mungkin beberapa dari kalian juga penasaran mengenai tujuan teks eksplanasi itu sendiri. Singkatnya, tujuan teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan fenomena apa yang terjadi serta menjelaskan sebab dan akibat dari suatu peristiwa.

Unsur-Unsur teks Eksplanasi Adalah?

Sama halnya dengan beberapa teks lainnya, dalam eksplanasi itu sendiri ada beberapa unsur yang perlu kamu ketahui. Unsur-unsur tersebut antara lain seperti pernyataan umum mengenai sebab, akibat dan interpretasi. Selain itu, unsur lainnya pada teks eksplanasi yaitu adanya informasi di dalam teks eksplanasi yang berisi berdasarkan fakta. Unsur teks eksplanasi terakhir yaitu adanya informasi yang ada dalam teks eksplanasi memiliki sifat objektif.

Baca juga: NFT Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi dan Cara Membuat

Kelebihan Teks Eksplanasi

Dalam penerapannya, teks eksplanasi itu sendiri memiliki beberapa keunggulan yang perlu kamu ketahui. Kelebihan tersebut antara lain seperti membaca lebih mudah memahami karena penjelasan yang diberikan sangat detail. Mengapa demikian? Pasalnya, dalam teks eksplanasi ini pastinya berdasarkan pendapat mayoritas dan data faktual yang ada.

Selain itu, kelebihan teks eksplanasi lainnya yaitu pada deretan penjelas, karena menerangkan proses terjadinya secara jelas. Menariknya, dalam teks eksplanasi ini juga terdapat deretan penjelas secara rinci dan ada interpretasi yaitu penutup yang boleh ada dan tidak boleh ada. 

Struktur Teks Eksplanasi

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa teks eksplanasi ni adalah teks yang menerangkan suatu proses atau fenomena. Sama halnya dengan beberapa teks lain, dalam penerapannya tentu ada beberapa struktur dalam teks eksplanasi ini. Berikut penjelasan beberapa struktur tersebut:

  1. Pernyataan umum, struktur pertama dalam teks eksplanasi yaitu pernyataan umum ini. Didalamnya berisi informasi singkat tentang apa yang akan dibicarakan atau diinformasikan.
  2. Deretan penjelas, dalam bagian ini berisi urutan uraian atau penjelasan proses dari peristiwa yang terjadi dan dijelaskan secara bertahap atau berurutan.
  3. Penutup, tentunya dalam struktur teks eksplanasi terdapat penutup yang berisi interpretasi atau pendapat singkat penulis mengenai topik yang dijelaskan.

Ciri-Ciri Teks EKsplanasi

Tak hanya memiliki struktur saja, sama halnya dengan beberapa teks lainnya. Dalam teks eksplanasi itu sendiri terdapat beberapa ciri-ciri. Berikut penjelasannya:

  • Memiliki tujuan untuk memberi penjelasan detail tentang sebuah peristiwa atau fenomena yang terjadi.
  • Seperti yang sudah kita ketahui, teks eksplanasi itu sendiri merupakan salah satu jenis teks non fiksi. Jadi, didalamnya pastinya terdapat data, fakta, serta opini yang masuk akal.
  • Pastinya, sebuah teks eksplanasi memiliki sifat faktual. Maksudnya yaitu di dalam teks eksplanasi tersebut seluruh informasi akan bersifat fakta dan ilmiah.
  • Kata-kata yang digunakan dalam teks eksplanasi menyatakan hubungan kronologi atau urutan seperti pertama, kedua, setelah itu, selanjutnya dan lain sebagainya. 

Dengan mengetahui berbagai ciri teks eksplanasi tersebut, sekarang ini tentunya kamu jadi lebih mudah untuk mengidentifikasi mana teks eksplanasi dan mana yang bukan teks eksplanasi.

Baca juga: Toxic Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri dan 4 Tips Menanggapi

Contoh Teks Eksplanasi

Tidak lengkap rasanya, jika kami hanya memberikan penjelasan mengenai teks eksplanasi saja. Untuk itu, kami telah merangkum contoh mengenai teks eksplanasi itu sendiri. Seperti berikut ini:

Judul: Tsunami

(Sumber: Detik.com)

Tsunami atau secara etimologi berarti “ombak besar di pelabuhan”, adalah gelombang air besar yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi. Gangguan ini membentuk gelombang yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya gelombang tersebut memiliki amplitudo kecil (umumnya 30–60 cm) sehingga tidak terasa di laut lepas, tetapi amplitudonya membesar saat mendekati pantai.

Saat mencapai pantai, tsunami kadang menghantam daratan berupa dinding air raksasa (terutama pada tsunami-tsunami besar), tetapi bentuk yang lebih umum adalah naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Kenaikan permukaan air dapat mencapai 15–30 meter, menyebabkan banjir dengan kecepatan arus hingga 90 km/jam, menjangkau beberapa kilometer dari pantai, dan menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang besar.

Sebab tsunami yang paling umum adalah gempa bumi bawah laut, terutama yang terjadi di zona penunjaman dengan kekuatan 7,0 skala magnitudo momen atau lebih. Penyebab lainnya adalah longsor, letusan gunung, dan jatuhnya benda besar seperti meteor ke dalam air.

Baca juga: Wajib Diketahui! FWB Adalah Jenis Hubungan Yang Beresiko

Secara geografis, hampir seluruh tsunami terjadi di kawasan Lingkaran Api Pasifik dan kawasan Palung Sumatra di Samudra Hindia. Risiko tsunami dapat dideteksi dengan sistem peringatan dini tsunami yang mengamati gempa-gempa berkekuatan besar dan melakukan analisis data perubahan air laut yang terjadi setelahnya.

Jika dianggap ada risiko tsunami, pihak berwenang dapat memberi peringatan atau mengambil tindakan seperti evakuasi. Risiko kerusakan juga dapat dikurangi dengan rancangan tahan tsunami, seperti membuat bangunan dengan ruang luas, serta penggunaan bahan beton bertulang, maupun dengan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dari tsunami, seperti pentingnya mengungsi dan menyiapkan rencana darurat dari jauh-jauh hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button