Pendidikan

Tawakal Adalah: Ketahui Arti, Keutamaan dan Contohnya

Tawakal bukanlah suatu hal yang asing lagi terdengar ditelinga kita, terlebih seringkali kita dengar atau pelajari di bangku pendidikan atau madrasah. Meskipun demikian, mungkin beberapa dari kalian belum mengetahuinya. Tidak sedikit juga yang mempertanyakan pengertian tawakal adalah, dan beberapa pertanyaan umum lainnya.

Perlu kamu ketahui, dalam pelaksanaannya tawakal ini dapat dilakukan oleh seorang individu. Setelah orang tersebut melakukan ikhtira, ini merupakan sebuah fase dimana ada tuntutan usaha dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Setelah itu, seseorang dapat menyerahkan hasil atau amalan atas apa yang telah mereka kerjakan kepada Allah SWT.

Tawakal itu sendiri merupakan suatu hal yang luas, dengan begitu ada baiknya kamu memahami tawakal secara mendalam. Terlepas dari itu, pada kesempatan kali ini pembahasan yang akan disampaikan berkaitan dengan tawakal baik itu pengertian hingga contoh perilaku tawakal. Penasaran?Yuk!simak. 

Pengertian tawakal adalah?

Secara umum, tawakkul atau kita mengenalnya dengan tawakal dapat diartikan sebagai mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. 

Menurut Imam Al-Ghazali, tawakal adalah menyandarkan kepada Allah SWT di waktu menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadanya dalam waktu kesukuran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram. Tentunya, kita sebagai seorang muslim perlu menerapkan sikap tawakal ini dalam segala aspek kehidupan. 

Baca juga: Somasi Adalah? Pengertian, Bentuk, Manfaat, Cara Membuat

Alasan pentingnya melakukan tawakal adalah?

Setelah mengetahui penjelasan tersebut, tentunya kita sudah mengetahui pentingnya menerapkan tawakal dalam kehidupan. Dengan melakukan tawakal ini, kita akan mendapatkan banyak sekali manfaatnya salah satunya dapat mempertebal dan menghindari diri dari perasaan mudah menyerah. Selain itu, dengan tawakal juga akan membuat seseorang menjadi lebih sabar dan selalu bersyukur. 

Keutaman Tawakal

Dalam pandangan Islam itu sendiri, tawakal ini diyakini memiliki beberapa keutamaan bagi seorang muslim. Berikut beberapa penjelasan mengenai keutamaan tawakal dalam pandangan Islam:

1. Meningkatkan Keimanan

Seperti yang sudah kita ketahui, keimanan dapat diartikan sebagai kepercayaan yang meresap kedalam hati, dengan penuh keyakinan, serta memberi pengaruh bagi pandangan hidup dan tingkah laku perbuatan seorang muslim. Tentunya, ada banyak sekali cara untuk meningkatkan keimanan seorang muslim salah satunya dengan tawakal.

Untuk menguatkan pernyataan tersebut juga didukung dengan adanya salah satu firman Allah SWT dalam surah Al Maidah ayat 23 seperti berikut:

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَۚ فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ ەۙ وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Yang artinya “Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.”

2. Mendapatkan kebaikan dunia akhirat

Keutamaan lainnya dari tawakal yaitu akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Dalam salah satu firman Allah SWT pada surat An Nahl ayat 41 – 42 menjelaskan mengenai keutamaan ini, berikut arti dari surat tersebut:

“Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui, (yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.”

Baca juga: Apa Hukum Trading Forex Menurut Islam, Halal Atau Haram?

3. Mendapatkan kecukupan dari Allah SWT

Selain beberapa keutamaan sebelumnya, dalam tawakal itu sendiri terdapat keutamaan lainnya untuk seorang muslim. Keutaman tersebut yaitu bahwa orang yang bertawakal akan terjamin dan mendapatkan rasa cukup dari Allah SWT. Pasalnya dengan bertawakal,. seorang muslim akan berserah diri kepada Allah SWT. \

Dengan begitu, pastinya mereka meyakini bahwa Allah SWT telah menjamin rezeki kepadanya. Perlu kamu ketahui, dalam surat At Talaq ayat 6 juga menjelaskan keutamaan ini, berikut bunyi ayat tersebut:

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنتُم مِّن وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَآرُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا۟ عَلَيْهِنَّ ۚ وَإِن كُنَّ أُو۟لَٰتِ حَمْلٍ فَأَنفِقُوا۟ عَلَيْهِنَّ حَتَّىٰ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۖ وَأْتَمِرُوا۟ بَيْنَكُم بِمَعْرُوفٍ ۖ وَإِن تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُۥٓ أُخْرَىٰ

Artinya “Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.”

4. Menjauhkan diri dari godaan setan

Selain beberapa keutaman sebelumnya, keutamaan terakhir dalam tawakal yaitu dapat menjauhkan atau terhindar dari godaan setan. Seperti dalam surat An Nahl ayat 99 yang menjelaskan bahwa Allah SWT, tidak akan membiarkan setan mendekat manusia yang beriman dan bertakwa. Berikut bunyi dan pengertian dari ayat tersebut:

اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

  1. Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.

Baca juga: Gaji Besar Tapi Selalu Kurang, Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Contoh Perilaku Tawakal

Setelah mengetahui beberapa penjelasan mengenai tawakal, mungkin beberapa dari kalian seringkali melakukannya tetapi tidak menyadari bahwa hal tersebut disebut tawakal. Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita semua sering bertawakal. Untuk itu, berikut beberapa contoh mengenai perilaku umum dari tawakal dalam kehidupan sehari-hari:

  • Bersyukur masih bernafas sampai hari ini. 
  • Tidak pernah berputus asa meskipun apa yang diinginkan belum tercapai, misalnya gagal dalam seleksi CPNS tahun 2021. 
  • Bersyukur masih ada nasi dan satu jenis lauk di meja makan, meskipun hanya lauk tumisan sayuran. 
  • Bersyukur selamat dari kecelakaan meskipun mengalami cacat. 
  • Tidak putus asa belum mendapatkan pembeli setelah seharian berjualan, karena yakin semua ini sudah diatur oleh Allah SWT. 
  • Tetap masuk kerja meskipun ada masalah dengan konsumen yang belum terselesaikan, karena yakin hari ini atas izin Allah masalah ini bisa selesai. 
  • Tetap bersyukur meskipun gaji yang diterima kecil, karena yakin yang sedikit belum tentu kurang dan yang banyak belum tentu cukup. 
  • Ikut ujian dengan lebih tenang dan jujur, karena yakin sukses tidaknya ujian hari ini sudah diatur oleh Allah SWT yang terpenting sudah belajar semalam suntuk sebagai bentuk ikhtiar. 
  • Seorang petani tetap rajin menanam biji padi di sawah meskipun ada serangan hama, sebab sudah bertawakal kepada Allah mengenai hasil panen. Baik banyak maupun sedikit akan disyukuri. 
  • Pengusaha yang bangkrut memilih menggunakan sisa uangnya untuk bersedekah, sebab sudah bertawakal kebutuhan akan dipenuhi oleh Allah SWT dari jalan yang tidak diduga sebelumnya. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button