Ragam Manfaat

Manipulatif Adalah Sifat yang Berbahaya? Kenali Ciri-Cirinya

manipulatif-adalah
Sumber: Freepik

Mungkin seringkali kita mendengar atau berhadapan dengan seorang manipulatif. Sebenarnya ada banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi manipulatif. Dalam beberapa sumber dijelaskan, bahwa penyebab tersebut antara lain seperti gangguan kepribadian, termasuk gangguan kesulitan membedakan batasan dan narsisme. 

Singkatnya, seorang manipulatif akan melakukan berbagai cara untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Sifat ini merupakan perilaku yang dilakukan untuk memanfaatkan, mengendalikan dan mengorbankan orang lain demi keinginan diri sendiri. Baik itu dalam hubungan, pertemanan atau lain sebagainya, manipulatif tentu bukan suatu sifat yang baik.

Terlepas dari itu, tentunya kita harus bersikap khusus kepada seseorang yang memiliki sifat manipulatif tersebut. Untuk itu, pada pembahasan kali ini berfokus pada topik yang menerangkan tentang manipulatif secara mendalam mulai dari pengertian hingga beberapa tips untuk menghadapi seseorang yang manipulatif. Penasaran? Yuk!simak.

Manipulatif adalah?

Perlu kamu ketahui, secara pengertian manipulatif adalah taktik yang digunakan seseorang untuk mendapatkan kendali atas orang lain. Umumnya mengarah pada kejahatan psikis yang bertujuan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan rela mengorbankan orang lain demi kepentingannya. 

Hubungan manipulatif adalah?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa manipulatif ini bisa saja terjadi baik itu pada hubungan, pertemanan atau lain sebagainya. Hubungan manipulatif itu sendiri, dapat didefinisikan sebagai seseorang yang berusaha memanipulasi situasi atau kondisi tertentu untuk mengendalikan pikiran, perasaan, dan perilaku pasangannya. 

Biasanya, dalam hubungan itu sendiri bentuk dari manipulatif bisa melalui perkataan atau perbuatan. Tentunya, jika hal ini terus berlanjut, maka nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatan mental pasangan. 

Baca juga: Anxiety Adalah? Berikut Pengertian, Penyebab dan Gejalanya

Apakah manipulasi dan manipulatif berbeda?

Seringkali kita mendengar dua istilah tersebut, mungkin beberapa dari kalian masih kebingungan apakah manipulasi dan manipulatif berbeda atau tidak. Perlu kamu ketahui, sebenarnya manipulatif itu sendiri yaitu melakukan tindakan dari manipulasi. 

Nah, manipulasi tersebut dapat kita artikan sebagai sebuah taktik psikologis yang tidak sehat untuk mengontrol pikiran dan perilaku seseorang. Orang-orang yang memiliki sifat manipulatif adalah mereka yang mencoba mengendalikan orang lain untuk mendapatkan keuntungan. 

Ciri-ciri Perilaku Manipulatif

Setelah mengetahui penjelasan lengkap mengenai manipulatif, tentunya secara kasat mata kita tidak dapat membedakan mana seorang yang memiliki sifat manipulatif tersebut. Untuk mengenalinya, adapun beberapa ciri-ciri perilaku manipulatif seperti berikut ini:

1. Sering Berbohong

Salah satu ciri umum yang dimiliki seorang yang memiliki sifat manipulatif yaitu suka berbohong. Yang dimaksud berbohong dalam ciri-ciri perilaku manipulatif ini yaitu, mereka cenderung memanipulasi fakta dan membuat orang-orang mempercayai hal tersebut. Selain itu, nantinya ketika suatu saat kebohongannya terbongkar. Maka seorang yang memiliki sifat manipulatif cenderung tidak mengaku atas kebohongannya tersebut. 

2. Melakukan Gaslighting

Dalam dunia psikologi terdapat satu istilah untuk sebuah perilaku negatif yaitu gaslighting. Perlu kamu ketahui, gaslighting ini merupakan suatu tindakan atau perilaku yang memanipulasi emosional orang lain dengan mengacu pada bentuk penyiksaan mental yang terjadi dalam hubungan berpasangan. 

Bentuk perilaku gaslighting tersebut berupa penyiksaan yang merusak kepercayaan diri korban dengan membuat mereka mempertanyakan ingatan, penglihatan, serta kewarasan mereka. Perilaku negatif yang satu ini sering dilakukan seorang manipulatif untuk menghindar dari kebohongannya yang sudah terungkap.

Baca juga: Toxic Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri dan 4 Tips Menanggapi

3. Melebih-lebihkan Sesuatu

Ciri-ciri perilaku manipulatif selanjutnya yaitu melebih-lebihkan sesuatu. Dalam hal ini, biasanya seorang manipulatif melebihkan perkataan atau omongan mereka. Misalnya, seorang manipulatif selalu menganggap diri mereka jauh lebih menderita dibandingkan orang lain.

4. Memberikan Penghakiman kepada Orang Lain

Selain beberapa ciri sebelumnya, tentunya ciri-ciri perilaku manipulatif lainnya yaitu sering memberikan penghakiman kepada orang lain. Penghakiman tersebut umumnya berupa kritik negatif dan tidak membangun, yang nantinya mereka tidak akan bersalah jika melakukannya secara terbuka. 

5. Menyerang Kelemahan Orang Lain

Tak ketinggalan, seorang yang memiliki sifat manipulatif juga sering menyerang kelemahan orang lain. Mereka cenderung menganggap diri mereka lebih unggul dibandingkan orang lain. Tentu dengan melakukan penyerangan yang tertuju pada kelemahan orang lain tersebut akan membuat diri mereka merasa lebih senang. 

Tak jarang orang-orang yang mengalami serangan verbal dari mereka akan merasa insecure, dan orang yang memiliki sifat manipulatif tersebut akan menyatakan bahwa hal tersebut hanyalah candaan. 

6. Bersikap Pasif-Agresif

Perlu kalian ketahui, pasif agresif ini merupakan suatu gangguan kepribadian yang sudah lama berdiri dimana ambivalensi terhadap diri sendiri dan orang lain yang diekspresikan dengan ekspresi pasif dan negativisme yang mendasarinya. Terlepas dari itu, seorang manipulatif ini akan menggunakan tindakan ini untuk menunjukan amarah dan membuat para korbannya merasa melakukan sebuah kesalahan. 

7. Melakukan Eksploitasi

Secara pengertian, eksploitasi itu sendiri merupakan sebuah tindakan dengan atau tanpa persetujuan dari korbannya. Tindakan ini meliputi banyak sekali aspek seperti perbudakan, pelacura, atau praktik serupa erbudakan, pemanfaatan fisik dan lain sebagainya. 

Nah, biasanya seorang manipulatif menggunakan tindakan eksploitasi untuk melawan dan melukai korbannya. Umumnya mereka akan membuat suatu pernyataan atau bentuk komentar yang tujuannya membuat para korban merasa kesal.

Tips Menghadapi Seseorang yang Manipulatif

Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri perilaku manipulatif tersebut, mungkin beberapa dari kalian mengalami atau sedang berada di fase tersebut. Tentunya, kita perlu memberikan perlakuan khusus kepada mereka yang memiliki sifat manipulatif tersebut. 

Pasalnya, seorang manipulatif cenderung memiliki tujuan yang menguntungkan bagi diri mereka sendiri. Adapun beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi seseorang yang manipulatif seperti berikut ini:

1. Membuat Sebuah Batasan untuk Mereka

Salah satu tips untuk menghadapi orang manipulatif yaitu dengan membuat suatu batasan untuk mereka. Seperti yang sudah kita ketahui, seorang manipulatif akan terus berusaha memanipulasi para korbannya untuk mencapai suatu tujuan atau keinginan mereka. 

Dengan membuat batasan tersebut, maka secara tidak langsung kamu akan membatasi perilaku manipulatifnya tersebut. Tetap bersikap tegas, meskipun mereka melontarkan kata-kata yang merasa kamu bersalah seperti kamu jahat dan lain sebagainya. 

Baca juga: Wajib Diketahui! FWB Adalah Jenis Hubungan Yang Beresiko

2. Berpegang Teguh Pada Pendirian

Tips selanjutnya untuk menghadapi orang manipulatif yaitu dengan berpegang teguh pada pendirian yang telah kamu ciptakan sejak awal. Jika kamu sudah menyadari bahwa dengan perilaku orang tersebut menggambarkan mereka memiliki manipulatif. Maka, keputusan yang harus kamu ambil yaitu jangan mudah untuk memaafkan perilakunya. 

Pastikan, kamu dapat mengutarakan perasaan bahwa apa yang mereka lakukan tersebut membuat kamu tidak nyaman dan merasa sedih. Jika kamu sesekali mentoleransi atau mudah untuk memaafkannya, maka nantinya seorang manipulatif tersebut akan melakukannya kembali.

3. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Salah satu ciri yang pada perilaku manipulatif tersebut yaitu merasa orang lain bersalah atas tindakan mereka, padahal seorang manipulatif akan pintar dalam membalikkan keadaan atau membuat kamu merasa bahwa kamulah sumber masalahnya. Tak jarang, mereka lebih suka berperan sebagai korban agar kamu merasa bersalah. 

Pada hal ini, tentunya kamu perlu memahami bahwa apa yang kamu lakukan tersebut bukanlah suatu kesalahan. Jadi, pastikan kamu tidak perlu meminta maaf atas apa yang telah kamu lakukan. Justru, nantinya jika kamu meminta maaf maka secara tidak langsung kamu memberikan ruang yang lebih besar untuk mereka mengendalikan diri kamu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button