Bisnis

8 Langkah Cara Beternak Ikan Gurame di Kolam Terpal Untuk Pemula

Cara beternak ikan gurame di kolam terpal ternyata juga bisa. Jadi, pembudidayaan ikan tidak selalu harus di kolam beton. Penggunaan kolam terpal juga lebih hemat biaya dan mudah pembuatannya. 

Selain itu, tidak membutuhkan waktu lama agar kolam bisa ditempati. Dengan begitu, orang yang ingin membudidayakan ikan gurame bisa langsung memulainya. Jika belum tahu langkah-langkahnya, maka bisa lihat dalam pembahasan berikut. 

Cara Beternak Ikan Gurame di Kolam Terpal

ilustrasi beternak ikan gurame
ilustrasi beternak ikan gurame gambar : kompasiana

Beternak atau membudidayakan ikan gurame termasuk sebuah peluang usaha yang menguntungkan. Hal itu karena ikan gurame sendiri banyak peminatnya. Terutama jika sudah mengolahnya menjadi gurame bakar dan lalapan. 

Saat ini pun masih banyak warung-warung dan tempat makan yang menyediakan menu gurame. Jadi, pembudidaya ikan ini tidak perlu khawatir karena takut tidak laku. Apalagi jika budidayanya menghasilkan ikan yang berkualitas. Jika ingin demikian, maka bisa ikuti cara-caranya berikut ini. 

1. Menentukan Jenis Kolam Terpal

Cara beternak ikan gurame di kolam terpal yang pertama adalah dengan menentukan jenis tempatnya dulu. Apakah ingin membuat kolam terpal yang terbuat dari rangka pipa atau kayu di bagian dindingnya. 

Bisa juga membuat kolam terpal dengan menggali tanah. Kemudian, di atasnya pasang terpal sesuai ukuran kolam. Menggunakan tanah sebagai dindingnya lebih unggul dalam menahan air. 

Selain itu, jangan lupa juga untuk menentukan ukuran kolam terpal. Ukuran tersebut harus pembudidaya sesuaikan dengan banyaknya ikan yang hendak dibudidaya. Mengenai lahannya sendiri bisa memanfaatkan tanah yang ada atau menyewa dari orang lain. 

2. Membuat Kolam Terpal

Setelah selesai menentukan jenis dan ukuran kolam, berikutnya ialah beralih pada proses pembuatannya. Cara membuat kolam terpal untuk gurame adalah dengan menyiapkan bahan-bahannya dahulu. 

Baca juga:  Usaha Potensial Di Desa Dengan Modal Minim

Bahannya berupa terpal, batu bata jika dindingnya mau pembudidaya buat dari batu bata. Sedangkan, jika menggunakan kayu, maka harus menyiapkan kayu. Jadi, tergantung dari jenis kolam terpalnya. 

Namun, jika pembudidaya ingin dinding kolam dari tanah, maka harus menggalinya dahulu. Baru kemudian, memberikan terpal pada bagian atasnya. Sebelum memasang terpal, pastikan materialnya bersih dan terbebas dari bahan kimia. 

Maka dari itu, harus mencucinya dahulu sebelum pembudidaya gunakan untuk menjamin kebersihan terpal. Mengingat jika sampai ada zat berbahaya, maka bisa membuat ikan mati. 

Ketika terpal sudah terpasang dengan baik, selanjutnya tinggal memasukkan air dalam kolam. Pastikan ukurannya tepat supaya ikan bisa tumbuh dengan baik. Contohnya panjang kolam terpal sebesar 4 meter dengan lebar 2 meter. 

Jika demikian, maka airnya bisa pembudidaya isi setinggi 50 sampai 75 cm. Ukuran tersebut sama halnya dengan separuh kolam atau lebih sedikit. Pengisian tidak boleh penuh supaya ikan bisa melompat bebas. Selain itu, agar air tidak meluap ketika hujan deras. 

3. Memilih Induk yang Bagus

Cara beternak ikan gurame di kolam terpal selanjutnya adalah memilih induk yang bagus. Selain itu, juga sudah siap untuk kawin. Ciri-ciri atau karakteristik antara induk jantan dan betina tidak sama. Maka dari itu, harus memperhatikannya baik-baik, berikut ciri-ciri pada induk jantan. 

  • Perut berada dekat anus.
  • Warna badan lebih gelap serta agak pucat.
  • Ada tonjolan di dahi.
  • Gerakannya lebih lincah daripada induk gurami betina.

Sedangkan, pada induk betina mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tidak mempunyai tonjolan di dahi. 
  • Warna tubuh lebih terang. 
  • Tubuhnya lebih panjang daripada induk betina
  • Bentuk perut bulat. 
  • Sirip dada berwarna gelap kehitaman. 

Kemudian, untuk ciri-ciri induk betina dan jantan yang siap kawin biasanya berupa perut lebih lembek. Selain itu, perut membesar ke arah belakang dan ada warna putih kemerahan di anusnya. 

Baca juga:  Apa Itu Affiliate Marketing? Contoh Dan Cara Menjadi Affiliate Marketing

4. Membuat Sarang Ternak Gurame

Untuk melakukan proses pembuahan, tidak bisa langsung melalui kolam terpal. Untuk itu, cara beternak ikan gurame di kolam terpal pada proses ini ialah harus membuat sarang untuk telurnya. 

Sarangnya sendiri bisa terbuat dari rajutan karung, pakis, atau serabut kelapa. Kemudian, buat anyaman tali pada ujung kolam dan letakkan sarang di atasnya. Jika demikian, maka nanti induk jantan akan lebih mudah membuat sarangnya sendiri. 

Selain itu, siapkan juga ijuk atau rumput kering. Fungsinya supaya induk betina bisa menutup lubang telur. 

5. Mengawinkan Induk Ikan Gurame

Kemudian, cara beternak ikan gurame di kolam terpal adalah dengan memulai proses perkawinan induk gurame. Perkawinan ini biasanya disebut dengan nama pemijahan. Berikut tahapan-tahapan yang perlu pembudidaya lakukan. 

  • Pertama, masukkan induk gurame pada kolam pemijahan. 
  • Pastikan induk betina berjumlah lebih banyak daripada yang jantan. Perkiraan rasionya adalah 1:3.
  • Induk jantan akan membuat sarang sendiri dengan bahan-bahan yang sudah tersedia. Waktu pembuatan sarang tersebut sekitar 15 hari. 
  • Jika sudah siap, induk jantan akan mulai membenahi si betina. 
  • Selanjutnya, induk betina akan menutup lubang sarangnya dengan rumput kering yang sudah tersedia. Selain itu, induk betina juga akan mengibaskan sirip ke sarangnya. Tujuannya agar aliran oksigen lebih lancar sehingga bisa membantu proses penetasan telur. 
  • Ketika induk betina menjaga sarang telurnya, maka si jantan akan membuat sarang lain. Sarang tersebut untuk membuahi induk betina lainnya. 

6. Merawat Telur Ikan Gurame

Cara beternak ikan gurame di kolam terpal pada proses ini harus benar-benar pembudidaya perhatikan. Sebelum mengambil telur dari hasil pemijahan, maka pastikan dulu sudah matang. 

Ciri-ciri telur yang sudah matang biasanya ada minyak di atas sarangnya. Selain itu, juga tercium bau amis di telurnya. Setelah itu, lakukan hal-hal berikut untuk perawatannya. 

  • Ambil sarang yang terdapat telur ikan gurame dengan ember berisi air. 
  • Bersihkan telur sampai bersih. 
  • Kemudian, bisa pisahkan telur dengan sarang. Lalu, masukkan dalam sebuah wadah. 
  • Berikan telur tersebut sebuah vitamin atau suplemen supaya bisa mencegah hama penyakit. 
  • Setelah itu, masukkan telur yang sudah bersih ke bak penetasan. Telur tersebut biasanya akan menetas dalam waktu sekitar 3 hari. 
  • Biarkan benih ikan gurame di bak penetasan sampai 10 hari. 
  • Setelah 10 hari, maka harus memindahkannya ke bak pembenihan.
Baca juga:  9 Cara Memulai Bisnis Jilbab Produksi Sendiri, Simak Panduan Lengkap!

7. Pembenihan

Proses ini adalah salah satu cara budidaya ikan gurame agar cepat besar. Pada proses pembenihan harus menyiapkan bak khusus dan ukurannya bisa pembudidaya sesuaikan berdasarkan kebutuhan. 

Biasanya, untuk 2.000 benih ikan, bak pembenihan yang ideal adalah 2,5 x 4 5 meter. Pembenihan tersebut biasanya akan membutuhkan waktu selama 14 hari. 

Memindahkan Anak Ikan ke Kolam Terpal

Cara beternak ikan gurame di kolam terpal berikutnya adalah memindahkan anak ikan dalam kolam yang sudah dibuat sebelumnya. Usia yang ideal ialah ketika anak ikan sudah berusia 2 bulan. Hal itu karena di usia tersebut, ikan sudah bisa tahan terhadap cuaca dan suhu kolam terpal. 

8. Memberi Pakan Ikan Gurame

Ketika melakukan budidaya ikan gurame rumahan, maka jangan lupa untuk memberikannya pakan. Jika ingin anak ikan tumbuh dengan cepat dan sehat, maka harus memberikan makanan yang berkualitas. 

Untuk ikan gurame kecil, pembudidaya bisa memberikannya pakan zooplankton. Sedangkan, makanan untuk ikan yang besar adalah bisa dari hewan atau tumbuhan. Jika dari hewan, biasanya berupa cacing tanah, bekicot, belakang, dan ikan teri. 

Sedangkan, pakan ikan dari tumbuhan bisa berupa bekatul, daun singkong, daun pepaya, atau lamtoro. Selain itu, juga bisa dengan ampas tahu, cincangan tebok pisang, dan fermentasi rumput kering. 

Kemudian, cara beternak ikan gurame di kolam terpal juga harus memberikannya pakan di waktu yang tepat. Dengan begitu, ikan tidak akan kelaparan atau terlalu kenyang. Pada umumnya, ikan gurame cukup diberi makan 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Salam sukses dari blog prayoga.id.

Sigit Prayoga

Praktisi trading forex, crypto dan juga saham. Selain itu juga suka berbagi informasi mengenai bisnis online. Semoga dengan adanya blog prayoga.id ini bisa menjadi wadah saya untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat. Salam sukses buat semuanya, Amin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button